Sejarah

Menurut sejarah dari sebagian para orang tua dan para sesepuh desa bahwa asal usul Desa Pakuniran muncul ketika para nenek moyang kita, kesulitan untuk memberi nama desa ini, sehingga suatu ketika Daerah ini harus diberi nama Desa, maka dikumpulkan para budayawan disebuah pendopo, khusus untuk mencari dan memberi dan memberi nama daerah dimaksud, maka satu persatu muncullah ide dan pemikiran dari para hadir antara lain :

  1. Usulan agar Desa ini diberi nama disesuaikan dengan banyaknya komoditi pertanian.
  2. Usulan agar Desa ini diberi nama disesuaikan dengan banyaknya kegiatan kerajinan.
  3. Usulan agar Desa ini diberi nama tokoh utama di Desa agar dapat dikenang.
  4. Usulan agar Desa ini diberi nama disesuaikan dengan lokasi yang mudah dikenal dan diketahui banyak orang
  5. Usulan agar Desa ini diberi nama simbol sebuah tempat atau pohon yang paling banyak diketahui masyarakat .

Dari usulan – usulan diatas akhirnya para tokoh mengambil kesimpulan bahwa Desaini harus diberi nama yang mungkin tidak sama dan bahkan mirip dengan desa lainnya, wabil khusus diwilayah kewedanan tamanan, dengan mengambil komoditi TOGA yaitu : KUNYIT yang dalam bahasa jawanya KUNIR, kalau diartikan sepintas yaitu Daerah KUNYIT dalam bahasa maduranya bernama KONIRAN.

Akhirnya para sesepuh Desa yang berkumpul menyetujui pemberian nama itu, Namun Nama KONIRAN tentunya harus disesuaikan dengan Bahasa Indonesia yang baik, maka pimpinan rapat menyesuaikan nama itu sehingga menjadi Desa PAKUNIRAN.

Desa Pakuniran yang artinya daerah Kunyit, asa dipekarangan dan bahkan sampai disawah – sawah, tepatnya kearah barat Kantor Desa diutara jalan sekarang.

Baru pada tahun 2006 Desa Pakuniran dimekarkan menjadi dua Desa Yaitu : Desa pakuniran yang merupakan Desa induk dan Desa Gunung Sari yaitu Desa baru yang dimekarkan. Sesuai dengan peraturan Bupati Nomor :459 dan Pada tahun 2007 Menjadi Desa Gunung Sari Definitip.