Gunungsari Dihantam Banjir Bandang

Dusun Peh Desa Gunungsari Kec. Maesan kemarin di bulan Mei tahun 2018 khususnya di Dusun Peh diterjang banjir bandang sehingga rumah warga banyak yang rata dengan tanah. Harta atau perabotan rumah banyak yang hilang dibawa banjir termasuk ternak warga setempat, menurut penuturan Kasun Sunjoto.
Namun kita wajib bersyukur tidak ada korban jiwa yang melayang. Tetapi warga setempat mengharapkan bantuan sosial karena banyak harta bendanya yang hilang. Juga kejadian itu menyebabkan banyaknya wabah penyakit seperti diare. Dengan kejadian itu warga mengharapkan bantuan berupa pangan, papan dan kesehatan

Pembuatan Label Produk dan Promosi Produk

Universitas Jember melalui Lembaga Pusat Penelitian Mahasiswa (LP2M) menempatkan 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Banyak sekali program yang dilakukan oleh kelompok KKN 081 ini. Salah satu diantaranya pada  bidang ekonomi yaitu pengembangan UMKM berbasis media sosial.

UMKM yang kami kembangkan yakni berupa Kerupuk Pattolah dan Rengginang Rizki , milik Ibu Muryati. UMKM ini berlokasi di Dusun Gunungsari Barat RT 018 RW 005 Desa Gunungsari. Merk “Rizki” pada Kerupuk Pattolah dan Rengginang ini berasal dari nama anak pertama dari pemilik usaha sekaligus  harapan agar nantinya usaha ini dapat memberikan rezeki bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya. Usaha Kerupuk Pattolah dan Rengginang Rizki pertama kali digeluti pada Tahun 2007. Usaha tersebut dulunya hanya menerima pesanan dari beberapa tetangga, tetapi saat ini sudah merambah sampai ke pasar-pasar di Kabupaten Bondowoso.

Kerupuk Pattolah Rizki ini berbahan dasar Tepung Beras, sedangkan Rengginang Rizki berbahan dasar Beras Ketan. Cara pembuatan Usaha Kerupuk Pattolah dan Rengginang Rizki masih menggunakan cara yang tradisional dan sederhana berupa pres adonan kayu dan di bentuk dengan tangan. Setelah itu adonan Pattolah yang telah terbentuk dikukus dengan daun pisang dan anyaman bambu. Kemudian kerupuk Pattolah yang sudah di kukus di jemur sampai kering dan siap untuk dikemas serta dijual.

Ketika Pemilik Usaha ingin menjajakan produk Kerupuk Pattolah dan Rengginang Rizki ke Toko Besar ternyata terdapat beberapa kendala yang diterima. Kendala tersebut berupa tidak adanya Label Produk dan Perizinan P-IRT dari Dinas Kesehatan. Setelah kami (KKN 081) mengetahui kendala tersebut, akhirnya kami berinisiatif untuk membantu Ibu Muryati dalam pembuatan Label Produk, Perizinan P-IRT di Dinas Kesehatan dan Pemasaran melalui Media Sosial. Dengan adanya Program Kerja dari Mahasiswa KKN 081 Universitas Jember, saat ini usaha tersebut sudah mulai berkembang dan menunjukkan peningkatan penjualan yang signifikan.

Dengan mulai berkembangnya UMKM Pattolah dan Rengginang Rizki ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga desa agar menciptakan usaha-usaha baru yang nantinya dapa meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Gunungsari.

Pembentukan Paguyuban TB

Desa Gunungsari merupakan salah satu desa di Kecamatan Maesan yang memiliki angka kejadian penyakit tuberkulosis (TB) yang cukup tinggi. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian TB yakni rendahnya tingkat  pengetahuan warga tentang TB. Sehingga perlu dibentuk suatu wadah untuk memantau dan memberikan edukasi kepada penderita TB yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga tentang bahaya penyakit TB.

Pembentukan paguyuban TB ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2018 di kediaman ibu Ika selaku pembentuk program paguyuban TB yang dihadiri oleh kelompok mahasiswa KKN 81 UNEJ, para perawat dari Puskesmas Maesan, Kader TB, Pengawas Minum Obat (PMO). Anggota paguyuban TB terdiri dari kader TB dan PMO yang diharapkan kedepannya mereka dapat menemukan warga yang dicurigai memiliki gejala penyakit TB sehingga dapat dilakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang ada nantinya dapat disimpulkan warga tersebut positif terjangkit TB atau tidak sehingga dapat segera memperoleh terapi yang tepat untuk mencapai kesembuhan dan mengurangi resiko penularan ke warga lain.

Acara pembentukan paguyuban TB diawali dengan sambutan dari tuan rumah dan dokter Vallen lalu dilanjutkan pemaparan data pasien TB seluruh desa di kecamatan Maesan sepanjang tahun 2017-2018 dimana di Desa Gunungsari terdapat pasien TB sebanyak 18 orang. Setelah pemaparan data, mahasiswa KKN memberikan pre-test kepada para kader dan PMO untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan mereka terkait TB. Setelah pre-test, mahasiswa KKN memberikan penyuluhan tentang TB yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mereka terkait TB. Selama penyuluhan para kader dan PMO cukup antusias mendengarkan materi yang dipaparkan. Setelah penyuluhan, para kader dan PMO menerima post-test yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan tentang TB setelah diberikan penyuluhan.

Berdasarkan hasil pre-test, dapat dikatakan bahwa para kader dan pmo sudah memiliki pengetahuan yang baik terkait TB begitu juga dengan hasil post-test. Sehingga dapat dikatakan bahwa setelah  penyuluhan pengetahuan para kader dan pmo menunjukkan peningkatan. Setelah penyuluhan materi dilakukan senam penguin bersama untuk menghilangkan kejenuhan. Setelah senam, petugas kesehatan dari puskesmas memberikan penyuluhan terkait TB-HIV sebab biasanya para penderita TB rentan terjangkit HIV, begitu juga sebaliknya. Di akhir acara, dilaksanakan sesi tanya jawab berhadiah, makan-makan, dan foto bersama.

Jurnalistik dan Internet Sehat bagi Masyarakat

Selasa (7/08), Perangkat Desa Gunungsari mendapatkan Pelatihan Jurnalistik dan Internet Sehat. Pelatihan diberikan oleh mahasiswa KKN Universitas Jember Kelompok 081. Pelatihan ini diberikan agar perangkat desa dapat lebih bijak dalam penggunaan internet serta membuat berita yang baik dan benar. Materi yang diberikan berupa pengetahuan umum tentang internet sehat, manfaat dan dampak negatif dari internet. Pada pelatihan jurnalistik materi yang diberikan berupa kerangka berita, syarat berita, dan unsur-unsur berita. Perangkat desa diberikan latihan membuat berita yang baik dan benar berdasarkan materi yang telah disampaikan. Hasil yang didapatkan adalah, terdapat 3 orang yang berhasil membuat berita yang baik namun belum benar karena terdapat unsure berita yang kurang. Berita yang dibuat berdasarkan peristiwa yang ada di Desa Gunungsari. Pada pelatihan internet sehat, perangkat desa sangat antusias menanyakan perihal internet sehat. Dijelaskan juga perihal undang-undang yang berlaku ketika menggunakan internet, seperti pengunggahan berita yang sama persis atau menyalin berita dari orang lain.

 

Sosialisasi internet sehat di SD Gunungsari 1 dan SD Gunungsari 2

Pada hari Kamis (9/08) dan Sabtu (11/08) mahasiswa KKN melakukan sosialisai internet sehat bertempat di SD Gunungsari 1 dan Gunungsari 2. Anggota KKN dibagi menjadi 2 tim. Maeri-mteri yang diberikan ilah, pengetahuan umum tentang internet, manfaat dan dampak negatif yang didapatkan ketika bermin internet. Para siswa sangat antusias selama diberikan materi internet sehat dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan selamam sosialisasi berlangsung. Untuk menguji engetahuan mereka, mahasiswa KKN memberikan serangkaian pre test dan post test. Pre-test dilakukan untuk menguji pengetahuan mereka tentang internet lalu untuk menarik perhatian mereka, diberikan hadiah untuk siswa yang dapat menjawab pretest dengan benar begitu juga dengan post test. Pada saat penilaian pretest dan posttest didapatkan kemajuan yaitu sebanyak 65% untuk SD Gunungsari 2 dan 75% untuk SD Gunungsari 1. Sosialisasi diberikan untuk kelas 5 dan 6 (SD Gunungsari 2) dan kelas 5 (SD Gunungsari 1).

 

Pengelolaan Administrasi Ruangan Desa yang Transparan & Akuntabel

Universitas Jember melalui Lembaga Pusat Penelitian Mahasiswa (LP2M) menempatkan 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Banyak sekali program yang dilakukan oleh kelompok KKN 081 ini. Salah satunya adalah Pembuatan dan Pemasangan Papan Informasi APBDes.

Keuangan desa merupakan hal yang strategis bagi desa maupun bagi Pemerintah diatas desa, seperti yang ditegaskan pada Undang-Undang Tentang Desa Nomor 6 Tahun 2014. Dalam Pelaksanaan dan Pengelolaan Keuangan Desa, harus dikelola berdasarkan asas-asas transparan, akuntabel serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.

Sekedar diketahui, jumlah Pendapatan APBDes Desa Gunungsari tahun 2018 sebesar Rp. 1.533.810.164,47. Dengan rincian Pendapatan terdiri dari 2 Sumber, yakni Pendapatan Asli Desa (Hasil Pengelolaan Tanah Kas desa) dan Pendapatan Transfer (Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Penerimaan Bantuan Kab/Kota dan Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah). Jumlah Pendapatan Asli Desa sebesar Rp. 4.320.000, sedangkan Jumlah Pendapatan Transfer sebesar Rp. 1.529.490.164,47.

Sementara untuk Jumlah Belanja APBDes Desa Gunungsari tahun 2018 sebesar Rp. 1.533.809.214,31. Rincian APBDes Gunungsari untuk Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa sebesar 34%. Bidang Pelaksaan Pembangunan Pembangunan Desa sebesar 53%. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan sebesar 8%. Serta Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar 6% dari total APBDes Gunungsari tahun 2018.

Dengan mengetahui kondisi tersebut, desa seharusnya memasang papan informasi mengenai rincian APBDes, Agar pelaksaan semua program dan penggunaan anggaran bisa diawasi langsung oleh masyarakat sehingga terwujudnya transparansi dalam penggunaan keuangan desa.

 

PPID dan SAID

Peran informasi sangatlah penting bagi masyarakat, dalam lingkup desa keterbukaan informasi juga sangat diperlukan agar masyarakat luas dan khususnya masyarakat desa dapat mengakses informasi dengan mudah dan tanpa batas. Selain itu memperoleh informasi merupakan Hak Asasi Manusia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi yakni pasal 28F UUD 1945 yang berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia” dan di dukung dengan adanya langkah yang diambil oleh PBB untuk mengadopsi resolusi  (1) yang menyatakan “Keterbukaan informasi adalah hak asasi yang fundamental dan merupakan tanda dari seluruh kebebasan yang akan menjadi titik perhatian PBB”.

Keterbukaan informasi dalam lingkup desa dapat diimplementasikan melalui penerapaan SAID dan WEB desa.  Dalam hal ini mahasiswa KKN 081 Universitas Jember berperan untuk memberikan sosialisai mengenai SAID dan WEB desa. Sosialisasi ini berisi mengenai materi umum dan cara penggunaan SAID dan WEB desa. Hal ini dilakukan oleh mahasiswa KKN 081 Universitas Jember untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan perangkat desa Gunungsari di bidang SAID dan WEB. Sosialisasi ini dilakukan pada tanggal 24 Juli 2018, 1 Agustus 2018 dan 8 Agustus 2018.

Untuk menjalankan SAID dan WEB desa, maka sesuai penjelasan pasal 13 ayat (1) Undang -Undang Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal  12 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Undang -Undang Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi Dan Dokumentasi Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri Dan Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Bupati Bondowoo Nomor 50 Tahun 2017 Tentang Sistem Informasi Dan Administrasi Desa. Sehingga untuk menunjang pelaksanaan SAID dan WEB desa, maka mahasiswa KKN 081 Universitas Jember membuat suatu progam kerja untuk memfasilitasi pembentukan PPID (Petugas Pengelola Informasi Desa). Maka pada tanggal  24 juli dilakukan sosialisai tentang PPID (Petugas Pengelola Informasi Desa), sosialiasi tersebut berisi mengenai apa itu PPID (Petugas Pengelola Informasi Desa), siapa saja anggota PPID (Petugas Pengelola Informasi Desa) dan apa saja tugas (Petugas Pengelola Informasi Desa). Dan hasil dari sosialisai itu dilakukan musyawarah pembentukan (Petugas Pengelola Informasi Desa) pada tanggal 24 juli  2018 dan dilakukan penandatangan surat kepala desa gunungsari tentang Petugas Pengelola Informasi Desa (PPID) Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso pada tanggal 2 Agustus 2018. Surat kepala desa ini berisi pengangkatan Ahmad Mursyidi sebagai atasan PPID, Akhmad Saifur Rizal sebagai ketua PPID, Sunarso sebagai sekretaris PPID Abdul Razak Dan Ahmad Lutfi sebagai operator PPID

Selain itu untuk menjalankan SAID dan WEB desa oleh PPID maka perlu dibentuk peraturan kepala desa sebagai payung hukum atas program tersebut. Maka atas dasar tersebutlah perangkat desa Gunungsari, BPD Gunungsari dengan difasilitasi oleh mahasiswa KKN 081 Universitas Jember bersama – sama membentuk Perkades Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Pusat Pelayanan Informasi Desa yang ditandatangani pada tanggal 3 agustus 2018 di kantor balai desa Gunungsari.

Dengan kegiatan-kegiatan diatas diharapkan dapat membawa kemajuan bagi desa Gunungsari dan akses informasi mengenai desa Gunungsari dapat dengan mudah didapatkan.

Hello world!

Welcome to Desa Bondowoso Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Kepala Desa
Ahmad Mursyidi
Slider